Skip to content

Kontribusiku Bagi Indonesia Essay Lpdp 2016

Waktu Pendaftaran dan Proses SeleksiPendaftaran BPI untuk Program Magister dan Doktoral dibuka sepanjang tahun, dengan proses seleksi yang dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dengan jadwal sebagai berikut :Pendaftaran BPI tahun 2017 diperuntukan kepada pendaftar dengan rencana memulai studi / perkuliahan untuk tahun akademik 2018.
TahapPerguruan Tinggi TujuanKegiatanJadwal Pelaksanaan
1Dalam NegeriPenutupan Pendaftaran3 April 2017
Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Dokumen17 April 2017
Seleksi Assessment secara Online19 – 20 April 2017
Penetapan Hasil Seleksi Assessment secara Online5 Mei 2017
Seleksi Substansi15 Mei – 9 Juni 2017
Penetapan Hasil Seleksi Substansi19 Juni 2017
2Luar NegeriPenutupan Pendaftaran14 Juli 2017
Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Dokumen4 Agustus 2017
Seleksi Assessment secara Online14 Agustus 2017
Penetapan Hasil Seleksi Assessment secara Online22 Agustus 2017
Seleksi Substansi12 September – 8 Oktober 2017
Penetapan Hasil Seleksi Substansi20 Oktober 2017

 

Pendaftaran BPI dilaksanakan secara online dengan cara mengisi formulir pendaftaran, dan mengunggah semua dokumen kelengkapannya pada laman resmi LPDP di www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id

Tahapan Seleksi BPI adalah sebagai berikut:

  1. Pendaftaran
    1. Pendaftar mengisi formulir pendaftaran secara online pada laman resmi LPDP;
    2. Pendaftar melengkapi semua dokumen persyaratan serta dokumen pendukung yang relevan, dan mengunggah semua dokumen tersebut pada laman resmi LPDP;
    3. Semua dokumen pada point di atas wajib dibawa pada tahap seleksi wawancara bila dinyatakan lulus seleksi administrasi dan lulus seleksi assessment online.
  2. Seleksi AdministrasiPendaftar yang diproses dalam tahapan ini adalah yang telah melengkapi data pendaftaran dan submit di pendaftaran online di setiap periode seleksinya. Seleksi ini merupakan proses pemeriksaan kelengkapan data dan dokumen pendaftar sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP.
  3. Seleksi Assessment secara OnlinePeserta yang lulus seleksi administrasi pada pendaftaran online berhak mengikuti  seleksi Assessment yang dilaksanakan secara online.
  4. Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing
    1. Peserta yang lulus seleksi Assessementonline berhak mengikuti seleksi substansi yang terdiri dari wawancara, Leaderless Group Discussion (LGD), dan On the Spot Essay Writing.
    2. Dalam tahapan proses seleksi ini, peserta diwajibkan membawa seluruh data dan dokumen asli yang telah digunakan untuk pendaftaran beasiswa BPI. Apabila tidak menyerahkan data dan dokumen tersebut serta dokumen dan data tersebut tidak sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP maka tidak diperkenankan mengikuti Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing.
    3. Bagi peserta yang tidak lulus pada seleksi substansi Beasiswa Pendidikan Indonesia dapat mendaftar kembali dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Jika telah 1 (satu) kali tidak lulus pada seleksi substansi, maka peserta masih memiliki 2 (dua) kali kesempatan sampai mengikuti seleksi substansi,
      2. Jika telah 2 (dua) kali tidak lulus pada seleksi substansi, maka peserta masih memiliki 1 (satu) kali kesempatan sampai mengikuti seleksi substansi,
      3. Jika telah 3 (tiga) kali tidak lulus pada seleksi substansi, maka peserta tidak dapat mendaftar kembali Beasiswa Pendidikan Indonesia.
  5. Penetapan Penerima Beasiswa
    1. Hasil penetapan kelulusan seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing Beasiswa Pendidikan Indonesia disampaikan kepada Pendaftar yang lulus melalui akun pendaftaran online Pendaftar, email atau media elektronik lainnya sesuai waktu telah ditentukan oleh LPDP.
    2. Mengikuti program pengayaan bahasa bagi calon penerima beasiswa yang dinilai LPDP perlu mendapatkan pengayaan bahasa asing.
    3. Mengikuti program Persiapan Keberangkatan(PK) sebelum memulai studi di Perguruan Tinggi Tujuan masing-masing. Adapun program ini merupakan karantina khusus berupa penanaman nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, basic life training, financial literacy, dan sebagainya.

Alhamdulillah BUKU saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” Terbit juga!!

Bagi yang mau kuliah di Korea dengan Beasiswa saya sarankan untuk membeli buku ini, karena dalam buku ini saya jelaskan bagaimana perjuangan seorang pencari beasiswa hingga akhirnya mendapatkannya, kemudian suka dan duka jadi mahasiswa di Korea itu seperti apa. Siap-siap berpetualag dan terbakar semangatnya kalau baca buku ini. Sudah bisa dibeli di toko buku kesayangan anda!

Bagi yang mau beli Online masih bisa, silahkan beli melalui link ini https://mizanstore.com/detail/59981

Hampir sama dengan postingan sebelumnya juga, sepertinya untuk tips menulis essay saya bukan ahlinya, jadi langsung saya post contoh essay Kontribusiku bagi Indonesia punya saya.

Silahkan bisa dibaca dibawah ini:

Berdasarkan data BPS tahun 2012, jumlah mahasiswa Indonesia adalah 4,8 juta orang. Jika jumlah tersebut dibandingkan dengan populasi penduduk berusia 19-24 tahun, maka hanya 18,4 persen. Jumlah ini masih tertinggal jauh dibandingkan negara-negara maju. Saya bersyukur karena saya termasuk di dalam 18,4 persen itu. Tuhan memberi kesempatan bagi saya untuk bisa merasakan bangku kuliah. Tidak hanya itu, saya pun bisa merasakan kuliah di luar negeri dengan beasiswa (research scholarship), bahkan selama saya kuliah di Korea saya bisa mengunjungi 6 negara lain untuk seminar (conference). Berdasarkan pengamatan saya, memang benar bahwa kemajuan sebuah negara berbanding lurus dengan kualitas SDM negara itu sendiri. Contohnya adalah Korea Selatan, negara yang luas wilayahnya lebih kecil dari luas pulau jawa, tidak mempunyai sumber daya alam tetapi karena SDMnya berkualitas, negaranya pun menjadi negara yang berkualitas. Berdasarkan data dari Global Education Digest pada tahun 2010 Korea Selatan termasuk negara dengan persentase jumlah sarjana tertinggi di dunia bahkan di samping itu hampir seluruh siswa SMA di Korea Selatan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Dalam persoalan pendidikan, pemerintah Indonesia juga sudah berusaha dengan baik untuk meningkatkan kualitas SDM rakyatnya, sebagai contoh seperti program beasiswa LPDP ini, kemudian untuk tingkat S1 ada Bidik Misi dan sebagainya. Tetapi tetap saja karena jumlah penduduk Indonesia yang besar, masih banyak pemuda kita yang belum mendapatkan kesempatan untuk merasakan bangku kuliah atau mungkin bisa merasakan bangku kuliah tetapi harus sambil bekerja karena biaya kuliah yang cukup tinggi. Saya ketika kuliah S1 harus tinggal di Masjid sebagai takmir dan juga banting tulang mencari uang untuk makan karena beasiswa yang saya dapatkan hanya meng-cover uang SPP. Pada akhirnya saya pun sadar yang bernasib seperti saya itu ternyata banyak.

Dari hal itulah, akhir tahun 2014, saya dan beberapa teman alumni dari TIF UIN Sunan Kalijaga berdiskusi di Whatsapp, saat itu saya masih di Korea. Kami­ akhirnya sepakat untuk merintis Beastudi untuk adik-adik kelas kami di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat ini donaturnya sudah cukup banyak, rata-rata dari teman satu angkatan. Wadah ini kami beri nama komunitas BelajarSedekah. Saat ini program yang sudah berjalan secara rutin adalah Beasiswa Pandawa (beastudi untuk mahasiswa UIN) dan dropbooks (kami biasanya bekerjasama dengan KKN UGM untuk pembangunan taman baca di Indonesia timur). Pemberian beasiswa ini adalah untuk mereka yang nasibnya seperti saya dulu semasa kuliah S1.  Keahlian saya pun saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Riset saya adalah tentang social computing. Saya memiliki akun Facebook Fanpage dan Twitter yang mempunyai ratusan ribu followers yang biasanya saya gunakan untuk membagi informasi beasiswa dan informasi yang bermanfaat lainnya. Baru-baru ini, kami membuka donasi buku untuk pembangunan taman baca di Sugapa Papua. Saya memposting informasi itu di page saya dan responnya sangat menarik, alhamdulillah, terkumpul cukup banyak buku layak baca dari para donatur.

Saat ini, di samping saya sibuk bekerja, saya masih sering diminta oleh teman-teman di perguruan tinggi, komunitas atau lainnya untuk mengisi seminar mengenai beasiswa. Dua bulan terakhir, saya mengisi seminar beasiswa di tiga tempat yaitu di UIN Jogja, Komunitas Ilmu Berbagi, dan UMY. Memang sudah menjadi karakter dari saya yaitu sangat menyukai sharing, khususnya knowledge sharing. Saya sangat senang ketika ada orang yang dengan informasi yang saya sampaikan dia bisa termotivasi atau dapat mewujudkan keinginannya. Blog, email, dan Facebook saya pun setiap hari ramai pertanyaan mengenai beasiswa. Salah satu hal yang membuat saya bahagia adalah ketika ada yang mengirim email atau chat kemudian mengatakan “Terimakasih mas atas bantuannya, saya sudah di terima di kampus ini dengan beasiswa ini.” Saya hanya ingin banyak adik-adik saya di Indonesia bisa merasakan bangku kuliah bahkan bisa menempuh pendidikan di luar negeri. Saya yakin dengan banyaknya pemuda Indonesia yang berpendidikan, suatu saat kualitas SDM negara kita bisa seperti negara-negara maju dan bisa membangun negeri ini sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa ini. Bagi saya, kebahagiaan adalah ketika apa-apa yang kita punya bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Kaya adalah bukan seberapa banyak yang kita punya, tetapi kaya adalah seberapa banyak yang kita beri. Semoga saya bisa senantiasa berkontribusi untuk negeri ini.

  • Update : saat ini saya juga diminta teman-teman Sahabatbeasiswa untuk menjadi pembina di SB chapter Bogor.
    Kemaren sempet juga mengisi acara Beasiswa di SB Bogor bisa di buka di tautan berikut ini.

Tips dari saya:

  1. Jadilah diri sendiri
  2. Tulis dengan EYD, walaupun konten atau isinya bagus tetap harus sesuai EYD yah.
  3. Jangan mendadak, kalau bisa setelah menulis selang satu atau dua minggu setelah kita lupa kemudian dibaca ulang lagi. Jangan seperti saya yang mendadak.
  4. Minta orang lain untuk membaca essay kita dan minta koreksinya. Nah disini saya minta istri saya untuk mbenerin EYDnya, ternyata banyak juga yang salah, hehee. Jadi banyak yang dibenerin sama istri saya. Jadi silahkan bisa nyari istri dulu bagi yang belum punya #eh #keceplosan. lagiii * lupakan…. keceplosan kok berulang hehehe

Semoga sukses.

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkanbuka link ini.

Like this:

LikeLoading...

Related